MAKALAH ILMU KEBIDANAN DASAR (IKD) VII
ISSUE ETIK
DAN MORAL DALAM PRAKTEK KEBIDANAN
Disusun untuk Memenuhi Tugas
IKD VII
Dosen Pembimbing :
Septi Kurniawati, S.ST., M.Kes
Yeni Andriani., S. ST
Disusun Oleh :
Kelompok 4
AKADEMI
KESEHATAN RUSTIDA
PROGRAM
STUDI D
III KEBIDANAN
KRIKILAN-GLENMORE-BANYUWANGI
2015
NAMA ANGGOTA KELOMPOK
Anggun Ayuning 15.401.14.004
Devita Ambarwati 15.401.14.008
Dwi Aning Rosita 15.401.14.012
4 Fatmawati 15.401.14.016
5 Hefy Aptikasari 15.401.14.020
6 Indah Nurita Sari 15.401.14.024
7 Kristi Wahyuni 15.401.14.029
8 Lina Aristanti 15.401.14.033
Nanda Putri
Rizky 15.401.14.037
Nurul Aini U. 15.401.14.042
Shinta Devi 15.401.14.047
Solehati 15.401.14.05
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat
Allah SWT karena telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua.
Syukur Alhamdulillah kami dapat mengerjakan tugas makalah dari materi IKD VII tentang Issue Etik dan Moral Dalam Praktek
Kebidanan.
Dalam
mengerjakan tugas ini, kami banyak memperoleh bantuan serta bimbingan dari dosen. Oleh karena itu kami ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada :
1.
Septi Kurniawati,
S.ST., M.Kes selaku dosen mata kuliah IKD VII
2.
Yeni Andriani
selaku dosen mata kuliah IKD VII
3.
Teman-teman
yang telah membantu pengerjaan makalah ini hingga selesai
Kami mohon maaf apabila dalam
penulisan makalah ini terdapat banyak kesalahan didalamnya. Karena kami
menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk
itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun guna
menyempurnakan makalah kami selanjutnya. Kami berharap makalah ini dapat
bermanfaat bagi kami umumnya dan khususnya kepada pembaca.
Krikilan, November 2015
Penyusun
DAFTAR ISI
Halaman
COVER
NAMA KELOMPOK
KATA
PENGANTAR......................................................................................................... i
DAFTAR ISI....................................................................................................................... ii
BAB I
PENDAHULUAN................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang...................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah................................................................................................. 1
1.3 Tujuan Penulisan................................................................................................... 1
1.3.1 Tujuan Umum............................................................................................. 1
1.3.2 Tujuan Khusus............................................................................................ 1
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Issue Etik yang Terjadi Dalam Pelayanan Kebidanan.......................................... 3
2.2 Issue Moral........................................................................................................... 7
Dilema dan Konflik Moral......................................................................................... 8
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan.......................................................................................................... 11
3.2 Saran.................................................................................................................... 11
DAFTAR
PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR
BELAKANG
Derasnya
arus globalisasi yang semakin mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat dunia,
juga mempengaruhi munculnya masalah/penyimpangan etik sebagai akibat kemajuan
teknologi/ilmu pengetahuan yang menimbulkan konflik terhadap nilai. Arus
kesejahteraan ini tidak dapat dibendung, pasti akan mempengaruhi pelayanan
kebidanan. Dalam hal ini bidang yang praktek mandiri menjadi pekerja yang bebas
Mengontrol dirinya sendiri. Situasi ini akan besar sekali pengaruhnya terhadap
kemungkinan terjadinya penyimpangan etik.
Istilah etik
yang kita gunakan sehari-hari pada hakikatnya berkaitan dengan falsafah moral
yaitu menganai apa yang dianggap baik atau buruk di masyarakat dalam kurun
waktu tertentu, sesuai dengan perubahan atau perkembangan norma atau niali.
Dikatakan kurun waktu tertentu karena etik dan moral bisa berubah dengan
lewatnya waktu.
1.2 RUMUSAN
MASALAH
1.
Bagaimana issue
etik yang terjadi dalam pelayanan kebidanan?
2.
Bagaimana issue
moral dalam pelayanan kebidanan?
3.
Bagaimana
dilemma dan konflik moral dalam pelayanan kebidanan?
1.3 TUJUAN
PENULISAN
1.3.1 Tujuan Umum
Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang issue
etik, issue, dilemma dan konflik moral dalam pelayanan kebidanan.
1.3.2 Tujuan
Khusus
Setelah
mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan mampu :
1.
Memahami dan
menjelaskan tentang issue etik yang terjadi dalam pelayanan kebidanan.
2.
Memahami dan
menjelaskan tentang issue moral.
3.
Memahami dan
menjelaskan tentang dilemma dan konflik moral.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 ISSUE ETIK
YANG TERJADI DALAM PELAYANAN KEBIDANAN
1. Pengertian
Issue Etik
Issue adalah topik yang menarik untuk
didiskusikan dan sesuatu yang memungkinkan setiap orang mempunyai pendapat. Pendapat yang timbul akan bervariasi, isu muncul dikarenakan perbedaan
nilai-nilai dan kepercayaan.
Issue adalah masalah pokok yang berkembang di suatu masyarakat atau suatu
lingkungan yang belum tentu benar, yang membutuhkan pembuktian. Etik merupakan bagian dari filosofi
yang berhubungan erat dengan nilai manusia dalam menghargai suatu tindakan,
apakah benar atau salah dan apakah penyelesaiannya baik atau buruk (Jones,
1994).
Issue etik adalah topik yang cukup
penting untuk dibicarakan sehingga mayoritas individu akan mengeluarkan opini
terhadap masalah tersebut sesuai dengan asas atau pun nilai yang berkenaan dengan akhlak, nilai benar
salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.
2.
Bentuk Issue Etik
1)
Isu etik yang terjadi antara
bidan dengan Klien, keluarga, masyarakat
a.
Pengertian
Issue etik
yang terjadi antara bidan dengan klien, keluarga dan masyarakat mempunyai
hubungan erat dengan nilai manusia dalam menghargai suatu tindakan. Seorang bidan dikatakan profesional bila ia mempunyai kekhususan sesuai
dengan peran dan fungsinya yang bertanggung jawab menolong persalinan. Dengan
demikian penyimpangan etik mungkin saja akan terjadi dalam praktek kebidanan
misalnya dalam praktek mandiri, bidan yang bekerja di RS, RB atau institusi
kesehatan lainnya. Dalam hal ini bidan yang praktek mandiri menjadi pekerja
yang bebas mengontrol dirinya sendiri. Situasi ini akan besar sekali
pengaruhnya terhadap kemungkinan terjadinya penyimpangan etik.
b.
Kasus
Di sebuah
desa, ada seorang bidan yang sudah membuka praktek kurang lebih selama satu
tahun. Pada suatu hari datang seorang klien bernama Ny ‘A’ usia kehamilan 38
minggu dengan keluhan perutnya terasa kenceng kenceng sejak 5 jam yang lalu.
Setelah dilakukan VT, didapatkan hasil pembukaan 3 dan ternyata janin dalam
keadaan letak sungsang. Oleh karena itu bidan menyarankan agar di Rujuk ke
Rumah Sakit untuk melahirkan secara operasi SC. Namun keluarga klien terutama
suami menolak untuk di Rujuk dengan alasan tidak punya biaya untuk membayar
operasi. Tapi bidan tersebut berusaha untuk memberi penjelasan bahwa tujuan di
Rujuk demi keselamatan janin dan juga ibunya namun jika tetap tidak mau dirujuk
akan sangat membahayakan janin maupun ibunya. Tapi keluarga bersikeras agar
bidan mau menolong persalinan tersebut. Sebenarnya, dalam hal ini bidan tidak
yakin bisa berhasil menolong persalinan dengan keadaan letak sungsang seperti
ini karena pengalaman bidan dalam hal ini masih belum begitu mendalam. Selain
itu juga dengan di Rujuk agar persalinan berjalan dengan lancar dan bukan
kewenangan bidan untuk menolong persalinan dalam keadaan letak sungsang seperti
ini. Karena keluarga tetap memaksa, akhirnya bidan pun menuruti kemauan klien
serta keluarga untuk menolong persalinan tersebut. Persalinan berjalan sangat
lama karena kepala janin tidak bisa keluar. Setelah bayi lahir ternyata bayi
sudah meninggal. Dalam hal ini keluarga menyalahkan bidan bahwa bidan tidak
bisa bekerja secara profesional dan dalam masyarakatpun juga tersebar bahwa
bidan tersebut dalam melakukan tindakan sangat lambat dan tidak sesuai
prosedur.
c.
Konflik
keluarga
terutama suami menolak untuk di rujuk ke Rumah sakit dan
melahirkan secara operasi SC dengan alasan tidak punya biaya untuk
membayar operasi.
melahirkan secara operasi SC dengan alasan tidak punya biaya untuk
membayar operasi.
d.
Issue
Di mata
masyarakat, bidan tersebut dalam pelayanan atau melakukan
tindakan tidak sesuai prosedur dan tidak profesioanl. Selain itu juga
masyarakat menilai bahwa bidan tersebut dalam menangani pasien dengan kelas ekonomi rendah sangat lambat atau membeda-bedakan antara pasien yang ekonomi atas dengan ekonomi rendah.
tindakan tidak sesuai prosedur dan tidak profesioanl. Selain itu juga
masyarakat menilai bahwa bidan tersebut dalam menangani pasien dengan kelas ekonomi rendah sangat lambat atau membeda-bedakan antara pasien yang ekonomi atas dengan ekonomi rendah.
e.
Dilema
Bidan merasa
kesulitan untuk memutuskan tindakan yang tepat untuk menolong persalinan resiko tinggi. Dalam hal ini letak sungsang seharusnya tidak boleh dilakukan oleh
bidan sendiri dengan keterbatasan alat dan kemampuan medis. Seharusnya ditolong
oleh Dokter Obgyn, tetapi dalam hal ini diputuskan untuk menolong persalianan
itu sendiri dengan alasan desakan dari kelurga klien sehingga dalam hatinya
merasa kesulitan untuk memutuskan sesuai prosedur atau kenyataan di lapangan.
2)
Teman sejawat
a.
contoh issue etik yang terjadi antara
bidan dan teman sejawat.
Di suatu
desa yang tidak jauh dari kota dimana di desa tersebut ada dua orang bidan
yaitu bidan “A” dan bidan “B” yang sama – sama memiliki BPS dan ada persaingan
di antara dua bidan tersebut.
Pada suatu
hari datang seorang pasien yang akan melahirkan di BPS bidan “B” yang lokasinya
tidak jauh dengan BPS bidan “A”. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata
pembukaan masih belum lengkap dan bidan “B” menemukan letak sungsang dan bidan
tersebut tetap akan menolong persalinan tersebut meskipun mengetahui bahwa hal
tersebut melanggar wewenang sebagai seorang bidan demi mendapatkan banyak
pasien untuk bersaing dengan bidan “A”. Sedangkan bidan “A” mengetahui hal
tersebut. Jika bidan “B” tetap akan menolong persalinan tersebut,bidan “A” akan
melaporkan bidan “B” untuk menjatuhkan bidan “B” karena di anggap melanggar
wewenang profesi bidan.
b.
Issu moral
Seorang bidan
melakukan pertolongan persalinan normal.
c.
Konflik moral
Menolong
persalinan sungsang untuk nendapatkan pasien demi persaingan atau dilaporkan
oleh bidan “A”.
d. Dilema moral
a) Bidan “B”
tidak melakukan pertolongan persalinan sungsang tersebut namun bidan kehilangan
satu pasien.
b) Bidan “B”
menolong persalinan tersebut tapi akan dijatuhkan oleh bidan “A” dengan di
laporkan ke lembaga yang berwenang.
3) Teman kesehatan lainnya
a. Pengertian
Perbedaan
sikap etika yang terjadi pada bidan dengan tenaga medis lainnya. Sehingga
menimbulkan ketidak sepahaman atau kerenggangan sosial.
b.
Contoh kasus
Seorang Ibu
primigavida berusia 3 tahun dan usia kehamilannya 32 minggu tengah mengalami
kontraksi Dia segera mendatangi Bidan. Ternyata Ibu tersebut mengalami KPD (
Ketuban Pecah Dini ) dan kondisi Ibu sangat parah bidan berusaha untuk menolong peralinan tersebut. Setelah kondisi Ibu semakin lama semakin menurun baru
bidan merujuk Ibu ke RS setelah diperiksa oleh dokter ternyata bayi sudah
meninggal didalam kandungan sebelum dilahirkan. Akhirnya bidan tersebut ditegur
oleh dokter, dikarenakan bidan lalai tidak
segera merujuk . akhirnya bidan tersebut diberi sanksi dari IBI.
c. Issue etik
yang timbul
Kelalaian seorang Bidan sehingga menimbulkan malpraktek.
d. Dilema etik
yang timbul yaitu
a) Bidan
terancam dicabut izin prakteknya.
b) Dan Bidan
tidak dipercaya lagi oleh masyarakat.
4)
Organisasi profesi
a. Pengertian
Issue etik
yang terjadi antara bidan dan organisasi profesi adalah suatu topik masalah yang menjadi bahan pembicaraan antara bidan dengan organisasi
profesi karena terjadinya suatu hal-hal yang menyimpang dari aturan-aturan yang telah ditetapkan.
b.Kasus
Seorang ibu
yang ingin bersalin di BPS pada bidan A sejak awal kehamilan ibu tersebut
memang sudah sering memeriksakan kehamilannya. Menurut hasil pemeriksaan bidan
Ibu tersebut mempunyai riwayat hipertensi. Maka kemungkinan lahir pervaginanya
sangat beresiko Saat persalinan tiba. Tekanan darah ibu menjadi tinggi. Jik
atidak dirujuk maka beresiko terhadap janin dan kondisi si Ibu itu sendiri.
Resiko pada janin bisa terjadi gawat janin dan perdarahan pada ibu. Bidan A
sudah mengerti resiko yang akan terjadi. Tapi ia ebih memntingkan egonya
sendiri karena takut kehilangan komisinya dari pada dirujuk ke rmah sakit.
Setelah janin lahir Ibu mengalami perdarahan hebat, sehingga kejang-kejang dan
meninggal. Saaat berita itu terdengar organisasi profesi ( IBI ), maka IBI
memberikan sanksi yang setimpal bahwa dari kecerobohannya sudah merugikan orang
lain. Sebagai gantinya, ijin praktek ( BPS ) bidan A dicabut dan dikenakan
denda sesuai dengan pelanggaran tersebut.
c. Issue etik
a) Terjadi
malpraktek
b)
Pelanggaran
wewenang bidan
d.
Dilema etik
Warga yang mengetahui hal tersebut
segera melaporkan kepada organisasi profesi dan
diberikan “ AMP “.
5)
Contoh Issue etik dalam
kehidupan sehari-hari
a.
Persetujuan dalam proses
melahirkan.
b.
Memilih atau mengambil
keputusan dalam persalinan.
c.
Kegagalan dalam proses
persalinan.
d.
Pelaksanaan USG dalam
kehamilan.
e.
Konsep normal pelayanan
kebidanan.
f.
Bidan dan pendidikan seks.
6)
Masalah Etik Yang
Berhubungan Dengan Tehnologi
a.
Perawatan
intensif pada bayi
b.
Skrening bayi
c.
Trasnplantasi
d.
Tehnik
reproduksi dan Kebidanan
7)
Etik
Berhubungan Erat Dengan Profesi
a.
Pengambilan
keputusan dn penggunan etik
b.
Otonomi bidan
dan kode etik profesional
c.
Etik dalam
penelitian kebidanan
d.
Penelitian
masalah kebidanan yang sinsitif
8)
Issue etik dalam
pelayanan kebidanan adalah berhubungan dengan masalah-masalah sebagai berikut:
a.
Agama dan
kepercayaan.
b.
Hubungan dengan
pasien.
c.
Hubungan dokter
dengan bidan.
d.
Kebenaran.
e.
Pengambilan
keputusan.
f.
Pengambilan
data.
g.
Kematian
kerahasiaan.
h.
Aborsi.
i.
AIDS.
j.
In-Vitro fertilization.
2.2 ISSUE MORAL
MORAL berasal dari bahasa latin ”MOS” kebiasaan adat, ”MORAL” etimologi dengan
”ETIK” keduanya mengandung arti adat kebiasaan walaupun bahasa asalnya berbeda (”etik”= Yunani)
(”moral”= latin). Moral merupakan pengetahuan atau keyakian tentang
adanya hal yang baik dan buruk yang mempengaruhi sikap seseorang.
Issue moral adalah merupakan topik yang penting berhubungan dengan benar dan
salah dalam kehidupan sehari-hari, sebagai contoh nilai-nilai yang berhubungan
dengan kehidupan orang sehari hari menyangkut kasus abortus, euthanasia,
keputusan untuk terminasi kehamilan.
Moral merupakan pengetahuan atau keyakinan tentang adanya hal yang baik dan
buruk yang memengaruhi sikap seseorang. Kesadaran tntang adanya baik dan buruk
berkembang pada diri seseorang seiring dengan pengaruh lingkungan, pendidikan,
sosial budaya, agama dan lain-lain. Hal ini disebut kesadaran moral. Issue
moral dalam pelayanan kebidanan merupakan topik yang penting yang berhbungan
dengan benar dan salah dalam kehidupan sehari-hari dan yang ada kaitanya dengan
pelayanan kebidanan/
Beberapa
contoh issue moral dalam kehidupan sehari-hari
1.
Kasus abortus.
2.
Euthanasia.
3.
Adopsi atau pengangkatan anak.
4.
Transplantasi
2.3 DILEMA
DAN KONFLIK MORAL
1 1. Pengertian Dilema
Moral
Dilema moral menurut Campbell adalah
suatu keadaan dimana dihadapkan pada dua alternatif dua pilihan, yang
kelihatannya sama atau hampir sama dan membutuhkan pemecahan masalah. Dilema
muncul karena terbentur pada konflik moral, pertentangan batin, atau pertentangan
antara nilai-nilai yang di yakini bidan dengan kenyataan yang ada. Contoh studi
kasus dilema moral :
“Seorang ibu primipara
masuk kamar bersalin dalam keadaan inpart. Sewaktu di lakukan anamnesa dia
mengatakan tidak mau di episiotomy. Ternyata selama kala dua kemajuannya
berlangsung lambat, perineum masih tebal dan kaku. Keadaan ini di jelaskan
kepada ibu oleh bidan, tetapi ibu tetap pada pendiriannya menolak di
episiotomy. Sementara waktu berjalan terus dan denyut jantung janin menunjukkan
keadaan fetal distress dan hal ini mengharuskan bidan untuk melakukan tindakan
episiotomy, tetapi ibu tetap tidak menyetujuinya. Bidan berharap bayinya
selamat. Sementara itu ada bidan yang memberitahukan bahwa dia pernah melakukan
hal ini tanpa persetujuan pasien, di lakukan karena untuk melindungi bayinya.
Jika bidan melakukan episiotomi tanpa persetujuan
pasien, maka bidan akan di hadapkan oada suatu tuntutan dari pasien. Sehingga
inilah contoh gambaran dilema moral. Bila bidan melakukan tindakan tanpa
persetujuan pasien, bvagaimana di tinjau dari segi etik dan moral. Bila tidak
di lakukan tindakan, apa yang akan terjadi pada bayinya?” ( Marmi, 2014: 71-72)
2.
Pengertian
Konflik Moral
Menurut Taquiri dalam Newstorem dan Davis (1977)
konflik merupakan warisan kehidupan sosial yang boleh berlaku dalam berbagai
keadaan akibat daripada berbangkitnya keadaan ketidak setujuan. Kontroversi dan
pertentangan diantara dua pihak atau lebih pihak secara berterusan.
Menurut Gibson, et all (1997) hubungan selain dapat
menciptakan kerja sama, hubungan saling tergantung dapat pula melahirkan
konflik, hal ini terjadi jika masing-masing kompenen organisasi meiliki
kepentingan atau tujuan sendiri dan tidak bekerja sama satu sama lain.
Menurut robbin (1996) keberadaan konflik dalam organisasi
ditentukan oleh persepsi individu atau kelompok. Jika mereka tidak menyadari
adanya konflik di dalam organisasi, maka secara umum konflik tersebut dianggap
tidak ada. Sebaliknya, jika mereka memersepsikan bahwa didalam organisasi telah
ada konflik, maka konflik tersebut telah menjadi kenyataan.
Dipandang sebagai perilaku, konflik merupakan bentuk
interaktif yang terjadi pada tingkatan individual, interpersonal, kelompok atau
pada tingkatan organiasi (muchlas,1999). Konflik ini terutama pada tingkatan
individual yang sangat dekat hubunganya dengan stress.
Menurut minnery (1985) konflik organisasi merupakan
interaksi antara dua atau lebih pihak yang satu sama lain berhubungan dan
saling tergantung, namun terpisahkan oleh perbadaan persetujuan.
Ada dua tipe konflik, dan dua tipe konflik ini
merupakan dua bagian yang tidak bisa dipisahkan :
1.
Konflik yang berhubungan dengan
prinsip.
2.
Konflik yang berhubungan dengan
otonomi.
Adapun penyebab konflik adalah
sebagai berikut :
1.
Perbedaan individu, yang meliputi
perbedaan pendirian dan perasaan.
2.
Perbedaaan latar belakang
kebudayaan, sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.
3.
Berbedaan kepentingan antara
individu atau kelompok.
4.
Perubahan-perubahan nilai yang cepat
dan mendadak dalam masyarakat.
Contoh studi
kasus mengenai konflik moral :
“Ada seorang
bidan yang berpraktik mandiri dirumah. Ada seorang pasien impartu datang
ketempat prakteknya. Status obstetri pasien adalah GG.Po.Ao. hasil pemeriksaan
penapisan awal menunjukan presentasi bokong dengan tafsiran 3900gram. Dengan
kesejahteraan janin dan ibu baik. Maka bidan tersebut menganjurkan dan memberi
konseling pada pasien mengenai kasusnya dan keluarganya menolak dirujuk dan
bersikukuh untuk melahirkan dibidan tersebut karena pertimbangan biaya dan kesulitan
lainya.
Melihat kasus ini maka bidan dihadapkan pada konflik
moral yang bertentangan dengan prinsip moral dan otonomi maupun kewenangan
dalam pelayanan kebidanan. Bahwa sesuai Kepmenkes Republik Indonesia
900/Menkes/SK/VII/2002 tentang registrasi dan praktik bidan, bidan tidak
berwenang memberikan pertolongan persalinan pada primigravida dengan presentasi
bokong, disisi lain, ada prinsip nilai moral dan kemanusiaan yang dihadapi
pasien yaitu ketidakmampuan secara sosial ekonomi dan kesulitan yang lain, maka
bagaimana seorang bidan mengambil keputusan yang terbaik terhadap konflik moral
yang dihadapi dalam pelayanan kebidanan”.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Kesadaran
moral erat kaitannya dengan nilai-nilai, keyakinan seseorang dan pada prinsipnya
semua manusia dewasa tahu akan hal yang baik dan yang buruk, inilah yang
disebut suara hati. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdampak pada
perubahan pola pikir manusia. Dilema
moral adalah suatu keadaan dimana dihadapkan pada dua alternatif dua pilihan, yang
kelihatannya sama atau hampir sama dan membutuhkan pemecahan masalah. Dilema
muncul karena terbentur pada konflik moral, pertentangan batin, atau pertentangan
antara nilai-nilai yang diyakini bidan dengan kenyataan yang ada.
3.2 SARAN
Dalam
Makalah ini terdapat penjelasan tentang “Issue Etik yang terjadi dalam
Pelayanan Kebidanan (Issue Moral)” diharapkan agar mahasiswi dapat mengetahui Issue etik yang
terjadi dalam pelayanan kebidanan khususnya Issue Moral sesuai dengan
pembahasan yang ada dalam makalah ini.
Penulis
menyadari bahwa dalam pembahasan dan proses penulisan makalah ini masih
terdapat kekurangan, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan
saran yang bersifat membangun demi perbaikan pembuatan makalah yang selanjutnya.
DAFTAR
PUSTAKA
Marmi. 2014. Etika Profesi Bidan.Yogyakarta : PUSTAKA
PELAJAR
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/23773/3/Chapter%20II.pdf Diakses pada tanggal 4-11-2015 jam 15.00 WIB
http://www.scribd.com/doc/26952303/Issue-Etik-Pelayanan-Kebidanan Diakses pada tanggal 4-11-2015 jam
15.15 WIB
